Ujian Tesis Neni Irmayani: Dimensi Tasawuf dalam Tafsir Turjumān al-Mustafīd Karya ‘Abd al-Ra'ūf al-Singkīlī
Ujian Tesis Neni Irmayani: Dimensi Tasawuf dalam Tafsir Turjumān al-Mustafīd Karya ‘Abd al-Ra'ūf al-Singkīlī

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2812 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA  SPs UIN Jakarta pada Selasa, 21 April 2026 dengan kandidat Neni Irmayani.

Neni merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Tafsir. Tesisnya berjudul “Dimensi Tasawuf dalam Tafsir Turjumān al-Mustafīd Karya ‘Abd al-Ra'ūf al-Singkīlī  ".

Neni melakukan penelusuran terhadap karya monumental ulama besar asal Aceh yang hidup pada abad ke-17 tersebut. Penelitian ini berupaya menjawab tantangan sejarah terkait corak pemikiran yang terkandung dalam salah satu karya tafsir tertua di Nusantara itu.

Neni menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research untuk membedah kedalaman makna karya al-Singkīlī. Data primer yang diperoleh langsung dari naskah tafsir dikombinasikan dengan berbagai literatur sekunder yang relevan guna memberikan analisis yang komprehensif dan akurat.

Neni menggunakan metode Mawḍū‘ī atau tematik, khususnya pada ayat-ayat yang bertemakan ‘ubūdiyyah dan tasawuf. Metodologi ini memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan pesan-pesan spiritual yang tersebar dalam Tafsīr Turjumān al-Mustafīd secara sistematis dan terstruktur.

Guna menjaga objektivitas, Neni menggunakan konsep validitas tafsir sufistik yang digagas oleh al-Dhahabī. Dalam kerangka ini, penafsiran dipastikan tidak bertentangan dengan makna zahir ayat, tidak melanggar dalil syara’ maupun akal sehat, serta memiliki argumen yang kuat tanpa bukti yang kontradiktif.

Selain itu, ia menegaskan bahwa makna yang dihadirkan tidak boleh mengklaim sebagai satu-satunya penafsiran tunggal yang meminggirkan makna zahir. Sebaliknya, pendekatan ini harus mengakui kebenaran makna zahir terlebih dahulu sebelum melangkah pada eksplorasi makna isharī atau batiniahnya.

Penelitian ini mencatat bahwa semangat intelektualisme pada abad ke-17 berkembang pesat melalui intensifikasi jaringan global, doktrin teologis, serta otoritas sosial. Kondisi ini kemudian memicu lahirnya berbagai karya tafsir dengan pendekatan yang sangat beragam di kalangan ulama Nusantara.

Neni menyoroti sebuah fenomena unik, di mana kerangka tasawuf yang sering kali dipersepsikan sebagai aliran heterodoks justru jarang muncul secara eksplisit dalam banyak karya tafsir. Namun, ia berhasil membuktikan bahwa ulama Nusantara di masa itu mampu menghadirkan dimensi tasawuf yang cukup kental.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemikiran teoretis-filosofis sangat berpengaruh saat itu, hal tersebut tidak serta-merta mengubah orientasi dasar Tafsīr Turjumān al-Mustafīd. Tafsir tersebut tetap kokoh memegang prinsip keselarasan antara dimensi eksoteris (syariat) dan esoteris (ḥaqīqah).

Temuan ini memberikan perspektif baru yang menantang pandangan akademisi sebelumnya, seperti Salman Harun (1998) dan Arivaie Rahman (2018), yang berpendapat bahwa karya ini tidak mengandung unsur tasawuf. Neni justru menemukan bukti kuat bahwa Tafsīr Turjumān al-Mustafīd adalah tafsir yang shahih dengan corak tasawuf akhlāqī.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa dimensi tasawuf dalam tafsir tersebut memang tidak hadir secara merata di seluruh bagian Al-Qur’an, melainkan terbatas pada ayat-ayat tertentu. Fokus utama tafsir ini terletak pada pembinaan akhlak dan penyucian jiwa, menjadikannya salah satu karya yang kaya akan nilai spiritual bagi pembaca di masanya hingga saat ini.

Neni berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA; Dr. Eva Nugraha, M.Ag; Dr. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Neni lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Neni Irmayani merupakan Magister ke-2812 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)