Ujian Tesis Nurhaliza Oktraviani Z, Integrasi Tafsir dan Psikologi: Kepribadian Nabi Ya’qub sebagai Tokoh Ayah dalam Al-Qur'an
Ujian Tesis Nurhaliza Oktraviani Z, Integrasi Tafsir dan Psikologi: Kepribadian Nabi Ya’qub sebagai Tokoh Ayah dalam Al-Qur'an

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2813 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA  SPs UIN Jakarta pada Rabu, 22 April 2026 dengan kandidat Nurhaliza Oktaviani Z.

Nurhaliza merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Tafsir. Tesisnya berjudul “Kepribadian Nabi Ya’qub sebagai Tokoh Ayah dalam Al-Qur'an (Integrasi Tafsir Klasik dengan Keilmuan Psikologi)".

Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana sosok Nabi Ya’qub mengelola duka dan meregulasi emosinya saat berinteraksi dengan anak-anaknya di tengah badai ujian kehilangan yang bertubi-tubi.

Melalui metode kualitatif, Nurhaliza melakukan bedah literatur terhadap tiga karya monumental: Tafsīr Jāmiʿ al-Bayān karya at-Ṭabarī, al-Jāmiʿ li Aḥkām al-Qurʾān karya al-Qurṭubī, dan Tafsīr al-Qurʾān al-ʿAẓīm karya Ibn Kathīr. Data-data klasik tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan psikologi, khususnya terkait tema duka, kehilangan, dan mekanisme pertahanan emosional yang dialami oleh seorang manusia saat menghadapi krisis.

Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data secara mauḍū‘ī (tematik) dan diolah melalui thematic analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa kepribadian Nabi Ya’qub merupakan sebuah proses dinamis yang berkembang secara signifikan. Perubahan tersebut terlihat jelas mulai dari masa kehilangan pertama hingga masa kehilangan kedua, yang dipengaruhi oleh durasi waktu, konteks berita yang diterima, serta kematangan kepribadian sang nabi seiring berjalannya ujian.

Nurhaliza berhasil mengembangkan temuan peneliti sebelumnya, seperti Elva Wijayanti dan Khadijah Maklai, dengan menawarkan sintesis baru. Ia menggabungkan dual process model of coping dengan emotion religious untuk memetakan dinamika emosional Nabi Ya’qub secara lebih presisi. Hal ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana seorang tokoh besar agama bergelut dengan rasa sedih tanpa kehilangan pijakan spiritualnya.

Temuan menarik dalam tesis ini mengungkapkan bahwa proses duka Nabi Ya’qub berjalan secara adaptif di antara fase loss oriented (berfokus pada kesedihan) dan restoration oriented (berfokus pada pemulihan). Dalam hal regulasi emosi, Nabi Ya’qub tercatat dominan menggunakan teknik attentional deployment dan cognitive change, di mana beliau secara konsisten memperbaiki sudut pandangnya bahwa Allah adalah perencana terbaik di balik setiap musibah.

Argumen utama yang diusung oleh Nurhaliza adalah bahwa penafsiran klasik memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh melalui analisis integratif. Meskipun status kenabian sering kali menempatkan tokoh Al-Qur'an pada posisi yang tampak "super", penelitian ini membuktikan adanya persimpangan dilematis antara perasaan manusiawi seorang ayah dengan tugas spiritual seorang nabi, yang pada akhirnya justru memperkuat manajemen emosinya.

Hasil integrasi multidisiplin ini menunjukkan bahwa kepribadian Nabi Ya’qub bukan sekadar simbol kesabaran yang statis, melainkan sebuah perjalanan emosi yang dinamis dan adaptif. Perjalanan inilah yang kemudian melahirkan model regulasi emosi berbasis prinsip kebijaksanaan seperti ṣabr jamīl (sabar yang indah), kaẓīm (menahan amarah), dan tawakal yang sangat relevan sebagai panduan psikologis bagi orang tua masa kini.

Sebagai penutup, tesis ini menegaskan sebuah pesan universal bahwa status kenabian tidaklah menghapus sisi kemanusiaan. Rasa sedih dan kehilangan adalah fitrah yang alamiah, namun melalui potret Nabi Ya’qub, Nurhaliza memperlihatkan bagaimana spiritualitas dapat menjadi jangkar yang mengubah duka mendalam menjadi kekuatan yang membawa hikmah dan ketenangan jiwa yang luar biasa.

Nurhaliza berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Hamka Hasan, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Hamka Hasan, MA, Prof. Dr. Saifuddin Herlambang, MA, Dr. Abdul Moqsith Ghazali, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Nurhaliza lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Nurhaliza Oktaviani Z merupakan Magister ke-2813 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)