Ujian Tesis Rayi Setiadi Putra: Konsep Kritik Matan dalam Pandangan Ibn ‘Adī al-Jurjānī di dalam Kitab al-Kāmil fī Ḍu’afā' al-Rijāl
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2804 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026 dengan kandidat Rayi Setiadi Putra.
Rayi merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Hadis dan Tradisi Kenabian. Tesisnya berjudul “Konsep Kritik Matan dalam Pandangan Ibn ‘Adī al-Jurjānī (w. 365 H.) di dalam Kitab al-Kāmil fī Ḍu’afā' al-Rijāl”.
Rayi menjelaskan bahwa tujuan utama penelitiannya adalah menganalisis bagaimana Ibn ‘Adī al-Jurjānī mengonsepkan kritik teks (matan) hadis. Meski kitab al-Kāmil merupakan ensiklopedia perawi bermasalah, Rayi menemukan bahwa kritik terhadap kualitas redaksi hadis justru menjadi instrumen vital di dalamnya.
Kajian ini secara spesifik menelaah penggunaan istilah-istilah al-jarh yang digunakan oleh Ibn ‘Adī. Rayi menelisik bagaimana istilah teknis tersebut tidak hanya menyasar karakter personal perawi, tetapi juga memiliki relevansi kuat terhadap cacat atau kejanggalan teks hadis yang mereka sampaikan.
Fokus penelitian diarahkan pada relasi organik antara kredibilitas perawi dan kualitas matan. Melalui pembedahan kasus-kasus perawi tertentu, Rayi berhasil merumuskan sebuah metodologi kritik matan yang ternyata terintegrasi secara utuh dengan kritik sanad (rantai transmisi).
Rayi menggunakan metode kualitatif berbasis library research dengan model deskriptif-komparatif-analitis. Ia tidak hanya menggunakan pendekatan ilmu hadis konvensional, tetapi juga memadukan analisis linguistik berbasis struktur kata serta pendekatan historis yang ketat.
Sumber primer penelitian ini adalah kitab Al-Kāmil itu sendiri, didukung oleh berbagai literatur kritik hadis klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Pendekatan multidisiplin ini memungkinkan Rayi untuk melihat pola-pola tersembunyi dalam argumen-argumen Ibn ‘Adī.
Temuan penelitian ini sangat signifikan bagi dunia akademik. Rayi membuktikan bahwa Ibn ‘Adī tidak pernah memisahkan antara penilaian personal perawi dengan kualitas riwayatnya. Baginya, riwayat seorang perawi adalah cerminan langsung dari integritas dan akurasinya.
Rayi merumuskan empat indikator utama kritik matan dalam pemikiran Ibn ‘Adī. Pertama adalah kesesuaian redaksi hadis dengan lafz al-nubuwwah (gaya bahasa kenabian), dan kedua adalah proporsionalitas unsur al-thawab wa al-‘iqab (pahala dan siksa) yang terkandung di dalamnya.
Indikator ketiga melibatkan keselarasan teks dengan Al-Qur’an, hadis sahih lainnya, serta fakta sejarah yang mapan. Terakhir, Rayi menekankan adanya keterkaitan absolut antara keganjilan matan dengan keraguan terhadap kredibilitas rantai sanad yang membawanya.
Hal yang paling menarik dari tesis ini adalah keberaniannya menyanggah klaim orientalis skeptis seperti Ignaz Goldziher dan Gustav Weil. Para orientalis tersebut selama ini menuduh bahwa ulama hadis klasik hanya terobsesi pada formalitas sanad dan mengabaikan kritik substansi atau teks.
Rayi berargumen bahwa tradisi kritik hadis sejak masa awal, khususnya pada abad ke-4 Hijriah, telah melibatkan perhatian sistematis terhadap matan. Penggunaan istilah seperti munkar al-hadith, batil, hingga la yushbihhu hadith al-thiqat (tidak menyerupai hadis perawi tepercaya) adalah bukti otentik adanya uji kelayakan teks.
Penelitian ini juga memberikan distingsi yang jelas dibandingkan studi terdahulu, seperti karya Zuhayr ‘Uthman ‘Ali Nur (1989). Jika penelitian terdahulu lebih fokus pada struktur kitab dan metodologi penilaian perawi, Rayi justru menonjolkan dimensi kritik matan sebagai bagian yang tak terpisahkan.
Melalui temuan ini, Rayi menegaskan bahwa praktik kritik hadis klasik tetap sangat relevan untuk dikembangkan dalam era kontemporer. Model verifikasi yang ditunjukkan Ibn ‘Adī dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga keautentikan ajaran Islam dari distorsi informasi di masa depan.
Rayi berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Hamdani, M.Ag, Ph.D, Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag, Dr. Rifqi Muhammad Fatkhi, MA, Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Rayi Setiadi Putra lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Rayi Setiadi Putra merupakan Magister ke-2804 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
