Ujian Tesis Ririn Rizkiya Utami: Code Switching dan Code Mixing dalam Pembelajaran Mahārah Kalām pada Madrasah Bilingual
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2790 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA, pada Kamis, 8 Januari 2025 dengan kandidat Ririn Rizkiya Utami.
Ririn merupakan mahasiswa program studi Magister Pengkajian Islam konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab. Ririn menulis tesis berjudul “Code Switching dan Code Mixing dalam Pembelajaran Mahārah Kalām pada Madrasah Bilingual: Studi Kasus MAN Insan Cendekia Lombok Timur ".
Penelitian ini mengangkat isu sensitif dalam diskursus pembelajaran bahasa asing, yakni penggunaan alih kode (code switching) dan campur kode (code mixing). Di tengah ambisi madrasah menciptakan lingkungan imersi bahasa yang murni, kehadiran dua strategi kebahasaan ini sering kali memicu perdebatan. Ririn melihat fenomena ini bukan sekadar kekeliruan berbahasa, melainkan sebuah jembatan komunikasi yang strategis bagi para pembelajar bahasa kedua (bahasa Arab).
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, Ririn menggali data mendalam di MAN Insan Cendekia (IC) Lombok Timur. Ia melibatkan 16 informan kunci, mulai dari kepala madrasah, guru, pembina asrama, hingga siswa kelas XI. Tak hanya itu, riset ini diperkuat dengan analisis kuantitatif deskriptif.
Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah bagaimana lingkungan imersi di MAN IC Lombok Timur dikonstruksi. Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi merambah ke denyut nadi asrama dan kegiatan keagamaan harian. Lingkungan ini memaksa siswa untuk terus berinteraksi, namun di sisi lain menciptakan tantangan linguistik yang menuntut adanya strategi kompensasi agar komunikasi tetap berjalan lancar.
Ririn berargumen secara tajam bahwa alih kode dan campur kode bukan sekadar "pelarian" saat siswa lupa kosakata. Sebaliknya, fenomena ini merupakan scaffolding atau penyangga dalam Zone of Proximal Development (ZPD). Artinya, penggunaan bahasa ibu yang disisipkan dalam bahasa Arab berfungsi sebagai alat bantu bagi siswa untuk mencapai pemahaman yang lebih tinggi dan merupakan tahap alami dari proses interlanguage menuju kemahiran.
Data kuantitatif yang dipaparkan menunjukkan hasil yang impresif. Tingkat pemahaman kognitif siswa berada pada kategori tinggi (mean 14,93), begitu pula dengan respon afektif mereka (mean 14,43). Namun, ada catatan menarik pada kecenderungan konatif atau tindakan nyata yang berada di kategori sedang (mean 13,40). Hal ini mengindikasikan adanya celah antara pemahaman teori bahasa dengan praktik komunikasi tingkat lanjut di lapangan.
Lebih jauh, tesis ini mengungkapkan bahwa code switching berperan sebagai coping strategy yang sangat efektif. Strategi ini terbukti mampu menurunkan kecemasan berbahasa (language anxiety) dan meningkatkan kepercayaan diri siswa (self-efficacy). Dengan merasa "aman" untuk mencampur bahasa, keinginan siswa untuk berkomunikasi (willingness to communicate) justru meningkat secara signifikan dibandingkan jika mereka dipaksa menggunakan bahasa murni secara kaku.
Namun, Ririn juga memberikan peringatan keras dalam temuannya. Meskipun bermanfaat sebagai alat transisi, ketergantungan yang berlebihan pada alih kode dapat memicu "fosilisasi" kemampuan bahasa. Jika siswa terus menetap di zona nyaman tanpa paparan materi yang lebih menantang, kemampuan bahasa Arab mereka berisiko stagnan dan tidak akan pernah mencapai level penutur jati.
Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya oleh Musthofa (2023) serta Sholikhah dan Isnaini (2024) yang mendukung efektivitas imersi dan alih kode sebagai strategi pedagogis. Di saat yang sama, hasil riset Ririn memberikan perspektif baru yang menantang teori klasik dari Ellis (1997) hingga Wong-Fillmore (1985) yang cenderung memandang peralihan bahasa sebagai hambatan murni dalam perolehan bahasa asing.
Tesis ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi pengelola madrasah bilingual di Indonesia dalam menyusun kurikulum bahasa yang lebih adaptif, manusiawi, dan efektif tanpa menghilangkan esensi dari lingkungan imersi itu sendiri.
Ririn Rizkiya Utami berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Muhammad Farkhan, M.Pd, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Raswan, M.Pd, M.Pd.I dan Dr. Maswani, MA.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Ririn Rizkiya Utami lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ririn Rizkiya Utami merupakan magister ke-2790 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
