Ujian Tesis Risa Alivia: Adaptasi Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani di Era Digital
Ujian Tesis Risa Alivia: Adaptasi Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani di Era Digital

Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2793 bertempat di Ruang Teater pada Selasa, 13 Januari 2026 dengan kandidat Risa Alivia.

Risa merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi. Tesisnya berjudul “Pemaknaan Dakwah Sufistik Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani pada Masyarakat Urban dalam Digital Environment”.

Penelitian ini berangkat dari fenomena menarik mengenai bagaimana tradisi tasawuf yang identik dengan ritual luring kini bertransformasi dan merambah dunia digital yang serba cepat.

Fokus utama penelitian Risa diarahkan pada dua dimensi krusial yang saling berkelindan. Pertama, ia membedah pemaknaan dakwah sufistik digital melalui kacamata semiotika, strukturalisme, serta analisis denotasi dan konotasi. Kedua, ia menelaah pengaruh digitalisasi terhadap kemurnian ajaran tarekat dengan menggunakan perspektif tasawuf al-aṣīlah.

Risa menggunakan pendekatan etnografi virtual untuk memotret aktivitas jamaah di berbagai platform, mulai dari website eshaykh, kanal YouTube Rumi Cafe, akun Instagram @haqqaniindonesia, hingga grup WhatsApp Zawiyah Haqqul Mubin.

Tak hanya mengandalkan jejak digital, Risa juga memperkuat validitas datanya melalui teknik konvensional seperti wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Seluruh data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori meanings and media dari Gill Branston dan Roy Stafford, serta konsep tasawuf al-aṣīlah yang digagas oleh Asep Usman Ismail.

Salah satu temuan menarik dalam tesis ini adalah argumen bahwa praktik Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani (TNH) di platform digital telah menyederhanakan pola komunikasi antara mursyid dan jamaah. Media digital memangkas jarak geografis tanpa mengurangi esensi interaksi spiritual yang selama ini menjadi ciri khas dunia tarekat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dakwah yang dihadirkan TNH sangat relevan bagi masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Meskipun diartikulasikan melalui perangkat teknologi mutakhir, praktik ini dinilai tetap adaptif terhadap zaman tanpa harus kehilangan identitas spiritualnya.

Risa menegaskan bahwa TNH berhasil menampilkan wajah sufisme yang segar namun tetap berakar kuat pada fondasi Al-Qur’an, hadis, dan tradisi ulama klasik. Fenomena ini ia sebut sebagai gerakan tarekat yang mengadopsi konsep "al-aṣīlah milenial", sebuah perpaduan antara kemurnian ajaran dan modernitas alat penyampainya.

Lebih lanjut, penelitian ini menyimpulkan bahwa platform digital hanyalah sarana strategis untuk transmisi pesan. Digitalisasi tidak mengakibatkan penyimpangan prinsip dasar tarekat, melainkan berfungsi memperluas jangkauan dakwah sehingga pesan-pesan sufistik dapat menyentuh ceruk masyarakat yang lebih luas tanpa mengubah substansi ajaran.

Secara akademis, temuan Risa ini memberikan kontribusi penting dengan membantah tesis Ziyaulhaq Hidayat (2022) yang menyebut adanya pergeseran orientasi dari dimensi esoteris ke eksoteris pada TNH. Sebaliknya, Risa membuktikan bahwa kedalaman batin (esoteris) tetap terjaga meski ditampilkan dalam kemasan lahiriah (eksoteris) yang modern.

Penelitian ini sekaligus memperkuat riset terdahulu oleh Rizki Briandana, Zakiya Fatihatur Rohma, dan A.C.S. Peacock yang menegaskan signifikansi spirit sufistik dalam praktik dakwah kontemporer. Keberhasilan Risa Alivia dalam ujian ini diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai studi Islam dan komunikasi di era digital.

Risa Alivia berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan rof. Dr. Asep Usman Ismail, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Hamdani, M.Ag, Ph.D; Prof. Dr. Asep Usman Ismail, M.Ag; Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA; Dr. Arief Subhan, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Risa Alivia lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Risa Alivia merupakan Magister ke-2793 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)