Ujian Tesis Siti Rohwati: Islam dan Budaya Lokal (Studi Tradisi Puasa Adat Masyarakat Muslim Samin-Blora
Ujian Tesis Siti Rohwati: Islam dan Budaya Lokal (Studi Tradisi Puasa Adat Masyarakat Muslim Samin-Blora

Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2795 bertempat di Ruang Teater SPs UIN Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026 dengan kandidat Siti Rohwati.

Siti merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Antropologi dan Sosiologi Agama. Tesisnya berjudul “Islam dan Budaya Lokal (Studi Tradisi Puasa Adat Masyarakat Muslim Samin-Blora”.

Siti mengawali paparannya dengan menyoroti kegelisahan akademik terkait sintesa kebudayaan. Baginya, interaksi antara gagasan universal Islam dan tradisi partikular sering kali dipandang sebelah mata oleh kelompok puritan sebagai bentuk penyimpangan, padahal fenomena ini merupakan wujud kekayaan manifestasi Islam lokal yang autentik.

Penelitian ini membedah bagaimana komunitas Muslim Samin di Blora tidak sekadar menerima atau menolak pengaruh luar, melainkan melakukan negosiasi aktif. Melalui strategi kebudayaan yang interaktif, mereka merajut harmoni antara tradisi lama yang diwariskan leluhur dengan ajaran Islam yang mereka anut sekarang.

Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi lapangan, Siti menyelami kehidupan masyarakat Samin secara mendalam. Ia mengumpulkan data primer dari 15 informan kunci, yang didukung oleh literatur sekunder untuk memperkuat analisis dialektika antara agama dan budaya lokal di Jawa Tengah tersebut.

Menggunakan pendekatan antropologi, penelitian ini menghadirkan argumen tajam bahwa arus Islamisasi di Nusantara sering kali memojokkan tradisi lama. Dominasi "agama besar" kerap menyisakan ruang budaya yang kian redup, namun masyarakat Samin di Blora ternyata memiliki daya tahan kultural yang luar biasa untuk tetap eksis.

Siti menemukan bahwa perjumpaan Islam dengan tradisi Samin menghasilkan varian yang unik. Alih-alih tergerus sepenuhnya, terjadi negosiasi simbolik dan penyesuaian makna yang kompleks, di mana simbol-simbol Islam dan Saminisme saling berkelindan tanpa harus saling meniadakan.

Salah satu temuan menarik adalah praktik ibadah yang berjalan beriringan. Meski masyarakat Muslim Samin taat menjalankan puasa Ramadan, mereka tetap konsekuen melaksanakan puasa Ngrowot dan Deder ala Jawa tradisional. Fenomena ini menunjukkan sikap kebudayaan yang kolaboratif, bukan konfrontatif.

Bagi masyarakat Muslim Samin, puasa Islam dan puasa adat dipandang bersifat resiprokal atau saling melengkapi. Budaya lokal tidak dianggap sebagai saingan bagi syariat, melainkan justru memperkaya ekspresi keislaman mereka, sehingga menjadi lebih berwarna dan membumi.

Temuan ini sekaligus menjadi kritik bagi teori Ernest Gellner. Jika Gellner menilai modernisasi dan Islamisasi sebagai proses purifikasi yang mengikis ekspresi lokal, penelitian Siti justru membuktikan sebaliknya: ekspresi lokal tetap tangguh dan mampu beradaptasi di tengah arus perubahan zaman.

Dengan membedah data melalui teori interpretatif simbolik Clifford Geertz serta teori identitas diri dari Peter J. Burke dan Jan E. Stets, Siti mengungkap adanya perbedaan perspektif antar-generasi dalam memandang puasa adat.

Bagi generasi muda Samin, menjalankan puasa adat adalah bentuk apresiasi dan upaya menjaga identitas budaya di tengah gempuran modernitas. Sementara itu, bagi generasi tua, puasa tersebut adalah sarana penyatuan antara adat dan syariat, sekaligus instrumen pendalaman spiritualitas yang mendalam.

Siti menjelaskan makna spesifik dari jenis puasa tersebut: puasa Ngrowot dimaknai sebagai tebus laku sikep perempuan, sementara puasa Deder merepresentasikan simbol keteguhan serta tanggung jawab laki-laki Samin. Ujian ini diakhiri dengan apresiasi dari para penguji atas kontribusi Siti dalam memperkaya khazanah studi Islam Nusantara.

Siti Rohwati berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Hamdani, M.Ag, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Hamdani, M.Ag, Ph.D, Prof. Dr. M. Ikhsan Tanggok, M.Si dan Prof. Dr. Hamid Nasuki, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Siti Rohwati lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Siti Rohwati merupakan Magister ke-2795 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)