Ujian Tesis Supriadin, Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2836 bertempat di Ruang Teater SPs UIN Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026 dengan kandidat Supriadin.
Supriadin merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab. Supriadin memaparkan hasil penelitiannya yang mengupas dinamika pembelajaran bahasa asing di lembaga pendidikan Islam transformatif melalui tesis berjudul "Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (Studi Komparatif Tipologi al-Madkhal al-Ittiṣālī pada Keterampilan Kalām dan Kitābah)".
Fokus utama riset Supriadin adalah membongkar dinamika, persamaan, perbedaan, serta keunikan penerapan al-madkhal al-ittiṣālī atau pendekatan komunikatif. Ia menyoroti khusus pengembangan keterampilan berbicara (kalām) dan menulis (kitābah) siswa kelas 7 MTs di dua pesantren modern ternama Ibu Kota, yakni Pondok Pesantren Darunnajah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.
Riset kualitatif berdesain komparatif tipologi ini digali lewat serangkaian observasi lapangan, studi dokumentasi, hingga wawancara mendalam dengan pimpinan pondok, tenaga pengajar, serta para santri. Dari proses pengumpulan data tersebut, Supriadin menemukan bahwa kedua lembaga pendidikan ini membangun tipologi pembelajaran bahasa Arab yang berbeda berdasarkan tradisi metodologis masing-masing.
Pondok Pesantren Darunnajah merepresentasikan tipologi komunikatif natural. Di sini, metode langsung (al-ṭarīqah al-mubāsharah) dipadukan erat dengan pembentukan lingkungan bahasa (bī’ah lughawiyyah) yang kuat. Pola ini mendorong para santri untuk mengasah kemampuan kalām dan kitābah secara spontan dan alami dalam kehidupan sehari-hari.
Berbeda halnya dengan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang mengusung tipologi komunikatif-struktural. Pesantren ini justru menjadikan metode tata bahasa (al-ṭarīqah al-qawā‘id) sebagai fondasi utama. Tata bahasa yang kokoh dijadikan pijakan awal sebelum santri diarahkan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi secara lebih sistematis.
Kedua model pembelajaran ini memiliki tantangan dan peluang tersendiri yang pada akhirnya membentuk ciri khas unik, selaras dengan karakter lingkungan pesantren masing-masing. Menariknya, temuan ini memberikan sudut pandang baru yang mendobrak asumsi umum dalam studi pengajaran bahasa Arab.
Selama ini, banyak peneliti memosisikan pendekatan komunikatif dan pendekatan struktural sebagai dua hal yang saling bertentangan secara dikotomis. Namun, penelitian Supriadin justru membuktikan bahwa hubungan keduanya sangat fleksibel. Pendekatan komunikatif terbukti adaptif dan bisa dikombinasikan dengan metode langsung maupun metode tata bahasa, sehingga melahirkan variasi model pembelajaran yang sangat kontekstual.
Supriadin menolak pandangan peneliti seperti Mr. Simhachalam (2015) dan Javid Babayev (2023) yang menganggap pendekatan komunikatif sebagai metode tunggal yang kaku dan tidak bisa dikompromikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendekatan komunikatif tidak diukur dari kemurnian teoritisnya semata, melainkan dari kemampuannya mengakomodasi karakteristik institusi, budaya belajar, serta kebutuhan nyata para peserta didik.
Supriadin berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Muhbib, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. Muhbib, M.Ag, Dr. Erta Mahyudin, M.Pd.I, Dr. Achmad Fudhaili, M.Pd.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Supriadin lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Supriadin merupakan Magister ke-2836 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
