Ujian Tesis Taufik Illahi, Transisi Etik dalam Lokalitas Surau Minangkabau
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2814 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026 dengan kandidat Taufik Illahi.
Taufik merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pemikiran Islam. Tesisnya berjudul “Transisi Etik dalam Lokalitas Surau Minangkabau ".
Penelitian ini lahir dari sebuah kegelisahan akademik untuk membedah kembali jantung moralitas masyarakat Minangkabau. Melalui institusi surau yang legendaris, ia berhasil memetakan bagaimana tanda-tanda budaya dan pergeseran nilai moral bermanifestasi dalam realitas sosial.
Secara metodologis, studi ini dirancang sebagai penelitian lapangan (field research) kualitatif yang mengelaborasi pendekatan semiotika secara tajam. Taufik mengandalkan pisau analisis dari teori semiotika Charles Sanders Peirce untuk menguliti lapisan makna terdalam yang hidup di tengah masyarakat. Teori ini digunakan sebagai alat utama untuk melacak bagaimana sebuah tanda bertransformasi menjadi sistem nilai yang dianut bersama.
Fokus utama analisisnya bertumpu pada trikotomi semiosis ciptaan Peirce, yang melibatkan relasi dinamis antara representamen (tanda), object (acuan tanda), dan interpretant (efek maknanya). Melalui basis awal ini, Taufik menelusuri bagaimana ikon, indeks, dan simbol yang melekat pada eksistensi surau diinterpretasikan oleh masyarakat. Proses pemaknaan inilah yang pada akhirnya mengkristal menjadi fondasi sistem nilai kontemporer warga Minangkabau.
Penelitian ini berhasil menyimpulkan bahwa nilai tanggung jawab, kebersamaan dan solidaritas, harmoni, serta sifat adaptif dan inklusif merupakan pilar etik yang hakiki bagi masyarakat Minangkabau. Namun, temuan penting Taufik menunjukkan bahwa pilar-pilar etik tersebut tidak pernah mandek dalam satu titik sejarah. Nilai-nilai luhur ini terus mengalami transisi dan bergerak dinamis dari masa ke masa.
Lebih jauh, tesis ini berargumen bahwa transformasi surau sebagai lembaga pendidikan asli (indigenous) masyarakat Minangkabau adalah representasi nyata dari transisi etik tersebut. Perubahan fisik, fungsi, hingga aktivitas di dalam surau melambangkan perubahan tanda budaya yang sangat kuat. Ketika tanda-tanda budaya di dalam surau bergeser, di saat yang sama nilai-nilai moral yang dianut oleh masyarakatnya ikut bergerak mengikuti roda zaman.
Menariknya, argumen teoretis yang dibangun Taufik dalam penelitian ini berhasil memperkuat konsep relativisme moral. Pandangan filosofis ini menegaskan bahwa standar baik dan buruk tidak selalu bersifat universal dan kaku. Sebaliknya, nilai-nilai moral yang dipegang teguh oleh suatu komunitas selalu memiliki wajah yang berbeda dan terus beradaptasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Secara spesifik, studi ini memberikan amunisi ilmiah baru yang mendukung konsep relativisme moral deskriptif. Konsep ini menggambarkan bagaimana keberagaman budaya serta standar etik masyarakat bersifat cair dan terus berkembang secara empiris. Surau di Minangkabau menjadi contoh paling konkret bagaimana sebuah ruang sakral mampu merekam evolusi moralitas manusia di dalamnya.
Kebaruan (novelty) inilah yang membuat tesis Taufik Illahi melangkah lebih jauh dibanding para peneliti terdahulu. Jika studi dari Pakpahan (2021), Gumelar dkk. (2024), Kristanti (2014), dan Muhammad Husni (2024) cenderung memotret nilai budaya sebagai sesuatu yang statis dalam satu waktu, Taufik berhasil membuktikan bahwa kompas moral masyarakat bersifat dinamis.
Taufik berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Hamdani, M.Ag, Ph.D, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Zainun Kamaluddin Fakih, MA dan Prof. Dr. Hamid Nasuki, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Taufik Illahi lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Taufik Illahi merupakan Magister ke-2814 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
