Ujian Tesis Umam Biladi Kusuma, Etika Kekuasaan dan Tatanan Sosial dalam Filsafat Politik Ibn Sīnā
Ujian Tesis Umam Biladi Kusuma, Etika Kekuasaan dan Tatanan Sosial dalam Filsafat Politik Ibn Sīnā

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2827 bertempat di Ruang Teater  SPs UIN Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026 dengan kandidat Umam Biladi Kusuma.

Riza merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Tafsir Interdisiplin. Tesisnya berjudul “Etika Kekuasaan dan Tatanan Sosial dalam Filsafat Politik Ibn Sīnā".

Penelitian ini digagas untuk mengkaji secara mendalam konsep etika kekuasaan dalam filsafat politik Ibn Sīnā. Kajian mendasar tersebut disorot melalui tiga dimensi filsafat praktisnya, yakni pengelolaan diri (siyāsat al-nafs), pengelolaan rumah tangga (tadbīr al-bayt), dan kepemimpinan (imāmah). Selain itu, Umam juga menjelaskan bagaimana tatanan sosial ideal dibentuk melalui integrasi antara akal, wahyu, dan hukum universal sebagaimana tertuang dalam Kitāb al-Shifā’, khususnya pada bagian Ilāhiyyāt.

Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-tekstual, studi ini mengandalkan sumber data primer dari karya-karya otentik Ibn Sīnā. Di antaranya mencakup Kitāb al-Shifā’, Al-Najāt, Kitāb al-Siyāsah, ʿUyūn al-Ḥikma, dan Fī Aqsām al-ʿUlūm al-ʿAqliyyah. Sementara itu, data sekunder diserap dari pemikiran para sarjana yang mengkaji filsafat politik sang filsuf kawakan tersebut.

Proses pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan kritis (close reading) terhadap teks-teks primer dan sekunder. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis serta komparatif melalui pendekatan teologi-falsafi (philosophical theology). Pendekatan ini secara mendasar menempatkan metafisika sebagai landasan utama dalam seluruh bangunan pemikiran politik Ibn Sīnā.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika kekuasaan Ibn Sīnā berkarakter hierarkis dan gradatif. Prosesnya dimulai dari penguasaan diri melalui dominasi akal atas hawa nafsu, berlanjut pada pembentukan stabilitas moral keluarga sebagai fondasi tatanan sosial, hingga puncaknya bermuara pada kepemimpinan ideal yang berlandaskan akal suci (al-ʿaql al-qudsī).

Temuan penting lain dari tesis ini menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan sesungguhnya tidak bertumpu pada kekuatan koersif ataupun sekadar otoritas formal semata. Sebaliknya, kekuasaan yang sah berakar kuat pada keutamaan moral, kebijaksanaan, serta kemampuan seorang pemimipin dalam menerjemahkan kebenaran ilahiah ke dalam hukum dan dinamika kehidupan sosial nyata.

Lebih jauh, tatanan sosial yang ideal dibangun melalui sintesis harmonis antara akal, wahyu, dan syariat. Integrasi ini tidak hanya berfungsi menjaga keteraturan sosial masyarakat, tetapi juga secara aktif membentuk karakter moral warga serta mengarahkannya menuju keadilan dan kebahagiaan sejati (al-saʿādah). Dalam kerangka pemikiran ini, politik dimaknai sebagai refleksi keteraturan kosmos yang menghubungkan etika, hukum, kenabian, dan metafisika.

Studi ilmiah ini secara eksplisit memperkuat pandangan Derar Ali Bani Yasin (2023) mengenai relasi kenabian dan ilmu madani, serta menyokong analisis James W. Morris (1992) tentang konsep filsuf-nabi. Di saat yang sama, temuan Umam juga mengoreksi tafsir Miriam Galston (1979) yang cenderung melihat pemikiran politik Ibn Sīnā hanya sebagai sebuah sistem yang minimalis.

Melalui tesis ini, Umam berhasil berargumen bahwa inti filsafat politik Ibn Sīnā bukan terletak pada teori negara atau mekanisme teknis kekuasaan. Inti dari pemikiran tersebut berada pada etika kekuasaan yang berfungsi sebagai fondasi ontologis bagi terbentuknya tatanan sosial yang adil, sehingga politik diposisikan sebagai sarana penyempurnaan jiwa dan pencapaian kebahagiaan metafisik manusia.

Umam berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Umam Biladi Kusuma lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Umam Biladi Kusuma merupakan Magister ke-2827 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)