Ujian Tesis Urwatul Wusqo: Rekonstruksi Pemaknaan Kontemporer Hadis Larangan Modifikasi Tubuh
Ujian Tesis Urwatul Wusqo: Rekonstruksi Pemaknaan Kontemporer Hadis Larangan Modifikasi Tubuh

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2809 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Rabu, 25 Februari 2026 dengan kandidat Urwatul Wusqo.

Urwa merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Tafsir Hadis. Tesisnya berjudul “Rekonstruksi Pemaknaan Kontemporer Hadis Larangan Modifikasi Tubuh dalam Perspektif Hermeneutika dan Maqāṣid al-Sharī’ah ". Tesis ini menyoroti bagaimana teks-teks klasik merespons fenomena gaya hidup modern yang kian kompleks.

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik terhadap maraknya praktik modifikasi tubuh saat ini. Urwa berupaya mengkaji ulang hadis-hadis larangan tersebut dengan menelusuri kondisi sosio-historis atau asbāb al-wurūd, guna menemukan benang merah antara maksud teks di masa lalu dan realitas di masa kini.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, Urwa berhasil mengidentifikasi 55 hadis yang berkaitan dengan modifikasi tubuh. Kata kunci seperti al-Wāshimah (tato), al-Nāmiṣah (mencukur alis), hingga al-Wāṣilah (penyambung rambut) menjadi titik tumpu dalam penguraian makna normatif melalui sharḥ al-ḥadīth.

Daya tarik utama dari penelitian ini terletak pada penggunaan pisau analisis ganda, yakni teori Double Movement dari Fazlur Rahman dan Maqāṣīd al-Sharīʿah dari Jasser Auda. Perpaduan ini memungkinkan teks hadis tidak hanya dibaca secara tekstual, tetapi juga secara kontekstual dan sistemik.

Melalui teori Double Movement, Urwa melakukan gerakan regresif untuk memahami situasi historis saat hadis muncul, kemudian melakukan gerakan progresif untuk menarik nilai "ideal-moral" ke masa sekarang. Hal ini bertujuan agar pesan asli hadis tidak hilang ditelan zaman namun tetap relevan dengan dinamika sosial.

Sementara itu, pendekatan Jasser Auda digunakan untuk mengukur aspek kemaslahatan dan prinsip etis. Urwa menilai bahwa larangan dalam hadis harus diletakkan dalam bingkai perlindungan martabat manusia, sehingga pemaknaannya dapat menjadi panduan etis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi makna hadis melalui dua gerakan tersebut berhasil mengubah persepsi terhadap teks. Hadis tidak lagi dipandang sebagai rujukan normatif yang kaku atau rigid, melainkan sebagai pedoman etis yang dinamis dalam melakukan tindakan terhadap tubuh.

Urwa mengajukan argumen kuat bahwa esensi dari larangan modifikasi tubuh adalah perlindungan terhadap manusia. Tujuannya adalah menjauhkan individu dari praktik yang mengandung unsur penipuan (tadlis), membahayakan kesehatan (dharar), serta tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Lebih jauh, penelitian ini menawarkan solusi atas celah yang sering terjadi antara studi hadis normatif dan diskursus etika biomedis kontemporer. Model pembacaan yang ditawarkan mampu menjembatani teks dan konteks tanpa sedikit pun mengorbankan otoritas nilai-nilai syariat yang fundamental.

Signifikansi penelitian ini juga terlihat dari dukungannya terhadap kajian Muhammad Mattori (2022). Urwa memperkuat gagasan bahwa reaktualisasi hadis berbasis Maqāṣīd al-Sharīʿah adalah kebutuhan mendesak agar pemahaman keagamaan umat Islam menjadi lebih komprehensif dan inklusif.

Tesis ini berkesimpulan bahwa nilai-nilai keislaman tetap bisa dijunjung tinggi di tengah arus modernitas, asalkan umat mampu menggali spiritualitas etis dari balik teks. Tesis ini diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi dan praktisi hukum Islam dalam memandang isu-isu kemanusiaan modern.

Urwa berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Rifqi Muhammad Fatkhi, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Hamdani, M.Ag, Ph.D, Dr. Rifqi Muhammad Fatkhi, MA, Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag dan Dr. Abdul Hakim Wahid, MA.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Urwatul Wusqo lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Urwatul Wusqo merupakan Magister ke-2809 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)