Ujian Tesis Wulandari, Perilaku Praktik Filantropi Islam pada Generasi Zilenial di Kota Bandung
Ujian Tesis Wulandari, Perilaku Praktik Filantropi Islam pada Generasi Zilenial di Kota Bandung

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2835 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA  SPs UIN Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026 dengan kandidat Wulandari.

Wulandari merupakan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Filantropi Islam, tesis berjudul “Perilaku Praktik Filantropi Islam pada Generasi Zilenial di Kota Bandung”.

Tesis ini bertujuan untuk mengurai bagaimana literasi, tingkat kepercayaan, dan niat (intensi) saling memengaruhi tindakan berderma generasi zilenial. Tak hanya berhenti pada angka dan statistik, riset ini juga menggali makna personal serta dinamika sosial di balik alasan para pemuda Bandung dalam menjalankan ajaran kedermawanan Islam.

Untuk memotret realitas tersebut secara utuh, penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed methods sequential explanatory). Wulandari mengombinasikan pemodelan kuantitatif Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan pendekatan kualitatif. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sebelas informan yang dipilih secara purposive dan proportionate dari jajaran responden survei.

Hasil pengujian data secara kuantitatif menunjukkan bahwa pemahaman agama (literasi) dan tingkat kepercayaan publik secara bersama-sama membentuk niat berderma yang sangat kuat. Meski begitu, pengaruh kedua variabel tersebut terhadap tindakan atau praktik filantropi secara langsung berada pada kategori moderat.

Menariknya, dinamika kedermawanan zilenial menunjukkan fakta bahwa kepercayaan yang tinggi pada lembaga pengelola zakat atau donasi tidak serta-merta berbanding lurus dengan tindakan nyata. Kepercayaan pada lembaga terbukti menjadi faktor pendorong niat yang sangat kuat, namun tidak berpengaruh secara langsung terhadap eksekusi praktik berderma. Artinya, seorang zilenial bisa saja sangat percaya pada suatu lembaga, tetapi belum tentu langsung menyalurkan dana.

Dari hasil penelusuran kualitatif, riset ini berhasil memetakan tiga tipologi unik zilenial dalam berderma. Pertama, tipe terinternalisasi, yakni kelompok yang sudah menjadikan kegiatan berderma sebagai rutinitas hidup. Kedua, tipe reaktif-spontan, yaitu mereka yang terdorong berderma karena dipicu oleh motivasi eksternal atau momen tertentu. Ketiga, tipe tertahan-aspiratif, yaitu kelompok yang sudah memiliki niat dan dorongan moral yang sangat kuat untuk berderma, namun langkahnya terhenti karena belum memiliki kemampuan finansial yang memadai.

Temuan ketiga tipologi ini menegaskan sebuah fakta penting: jurang pemisah antara niat dan tindakan (intention-behavior gap) pada sebagian anak muda sejatinya berakar pada keterbatasan kapasitas ekonomi struktural, bukan karena lemahnya komitmen atau keyakinan personal mereka.

Secara akademis, penelitian ini menguatkan riset Yusfiarto dkk. (2020) yang menyatakan bahwa literasi berperan sebagai pendorong langsung kedermawanan dan kepatuhan zakat. Di sisi lain, temuan Wulandari sekaligus mengkritik hasil studi Putri dan Yuliafitri (2025) yang sempat menyebutkan bahwa literasi tidak berpengaruh signifikan pada kepatuhan zakat generasi muda. Sejalan dengan riset Evriyenni dkk. (2025), penelitian di SPs UIN Jakarta ini menyimpulkan bahwa praktik filantropi Islam zilenial Bandung dibentuk oleh tiga pilar utama: literasi yang memberi pemahaman, kepercayaan yang mematangkan niat, serta kapasitas finansial yang mewujudkan niat tersebut menjadi aksi nyata.

Wulandari berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Kusmana, MA, Ph.D dan Dr. Rizqi Handayani, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Dr. Rizqi Handayani, MA, Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Rusli, S.Ag, M.Soc.Sc.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Wulandari lulus dengan predikat Cum Laude. Wulandari merupakan Magister ke-2835 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)