Ujian Tesis Yahya Baidhowi, Ideologi Perlawanan dalam Pidato Abū ‘Ubaydah (2023—2025)
Ujian Tesis Yahya Baidhowi, Ideologi Perlawanan dalam Pidato Abū ‘Ubaydah (2023—2025)

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2830 bertempat di Ruang Teater  SPs UIN Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026 dengan kandidat Yahya Baidhowi.

Yahya merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab. Tesisnya berjudul “Ideologi Perlawanan dalam Pidato Abū ‘Ubaydah (2023—2025): Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk pada Konflik Palestina-Israel". Tesis ini berfokus pada dinamika bahasa dan ideologi dalam konflik kontemporer di Timur Tengah.

Tesis ini mengkaji bagaimana retorika publik dirancang secara sistematis. Penelitian kepustakaan berbasis pendekatan kualitatif ini bertujuan membongkar bagaimana ideologi perlawanan dikonstruksi secara efektif dalam pidato-pidato sang juru bicara militer selama periode konflik 2023 hingga 2025.

Sebagai bahan kajian utama, data primer yang dianalisis mencakup tiga pidato monumental Abu Ubaidah pada tanggal 8 Oktober 2023, 7 Oktober 2024, dan 18 Juli 2025. Seluruh sampel pidato dipilih menggunakan teknik purposive sampling melalui arsip digital. Teks-teks berbahasa Arab tersebut kemudian ditranskripsi dan dikelompokkan secara teliti berdasarkan tema, topik, serta konteks wacana yang meliputinya untuk mendapatkan gambaran analisis yang utuh.

Pisau analisis yang digunakan dalam riset ini adalah kerangka Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) model Teun A. van Dijk. Pendekatan multidimensi ini mengintegrasikan tiga elemen kunci sekaligus, yakni struktur teks, kognisi sosial, dan struktur sosial. Melalui kombinasi ini, teks pidato tidak hanya dilihat dari susunan katanya, tetapi juga dari cara berpikir kolektif dan struktur kekuatan masyarakat yang memengaruhinya.

Hasil penelitian membuktikan bahwa pidato Abu Ubaidah bukan sekadar laporan medan tempur, melainkan praktik wacana politik-ideologis yang dirancang untuk membentuk pola pikir audiens global. Struktur teksnya secara konsisten mengusung tema utama al-muqāwamah (perlawanan) dan al-ṣumūd (keteguhan). Pola retorikanya dibangun secara rapi, diawali dengan pembukaan bernuansa religius dan diakhiri dengan ungkapan ideologis yang kuat, serta diperkaya dengan modalitas, metafora, repetisi, hingga intertekstualisasi ayat-ayat Al-Qur'an.

Pada tataran kognisi sosial, pembentukan ideologi perlawanan ini digerakkan oleh model mental konflik, pengetahuan bersama, memori kolektif, dan keyakinan kelompok. Yahya menemukan penggunaan strategi ideological square yang sangat kentara: membingkai kelompok sendiri dengan citra positif sebagai pihak yang beriman, sabar, dan berani, sementara pihak lawan direpresentasikan secara negatif sebagai penjajah, pelaku pembatasan, dan pelanggar janji yang bergantung pada bantuan luar.

Menariknya, narasi yang dibangun berhasil merekontekstualisasikan penderitaan rakyat Gaza menjadi simbol keteguhan moral. Di saat yang sama, keunggulan alutsista dan kekuatan militer lawan didevaluasi secara retoris sebagai bentuk kekuatan fisik yang tidak akan pernah mampu menghasilkan kemenangan moral. Hal ini efektif menjaga ritme psikologis dan semangat daya juang masyarakat di tengah krisis kemanusiaan yang parah.

Secara keseluruhan, riset ini menegaskan bahwa Abu Ubaidah memanfaatkan praktik diskursif untuk merepresentasikan ideologi inti Hamas yang menggabungkan Islam Sunni, nasionalisme Palestina, dan orientasi perlawanan. Temuan Yahya ini memperkuat studi mendahului seperti Amaireh (2024) serta Iqbal dan Farukh (2025), yang menggarisbawahi bahwa wacana religius dan simbol sejarah digunakan sebagai instrumen untuk membangun legitimasi sekaligus menggalang solidaritas politik Islam dan dunia global.

Yahya berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Rizqi Handayani, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. Rizqi Handayani, MA; Dr. Cahya Buana, MA, Dr. Makyun Subuki, M.Hum.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Yahya lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Yahya Baidhowi merupakan Magister ke-2830 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)