Sekolah Pascasarjana | Sistem Pendidikan
16629
page-template-default,page,page-id-16629,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.1.2,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Sistem Pendidikan

STRUKTUR KURIKULUM

  • Struktur Kurikulum untuk Program Magister meliputi Mata Kuliah Wajib, Mata Kuliah Pilihan,  Mata Kuliah Prasyarat   (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Mata Kuliah Tambahan sebagai matrikulasi), Keahlian Komprehensif, Seminar Proposal Tesis, Proposal Tesis, Work in Progress Tesis, dan Tesis.
  • Struktur Kurikulum untuk Program Doktor meliputi Mata Kuliah Wajib, Mata Kuliah Pilihan,  Mata Kuliah Prasyarat   (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Mata Kuliah Tambahan sebagai matrikulasi), Keahlian Komprehensif, Seminar Proposal Disertasi, Proposal Disertasi, Work in Progress Disertasi, Pendahuluan Disertasi dan Disertasi.
  • Jenis-jenis ujian untuk penyelesaian studi Program Magister dan Doktor adalah Ujian Mata Kuliah (Mata Kuliah Wajib, Pilihan dan Prasyarat), Seminar Proposal, Ujian Proposal, Ujian Komprehensif, Work in Progress, Ujian Pendahuluan, dan Ujian Promosi Tesis/Disertasi.
  • Yang dicantumkan dalam transkrip akademik meliputi semua nama mata kuliah (wajib, pilihan dan prasyarat) yang pernah diambil dan lulus serta semua tahapan kegiatan akademik lain (seminar proposal, ujian proposal, ujian keahlian komprehensif, ujian work in progress, ujian pendahuluan dan ujian promosi), status program (tesis atau non-tesis), atau jika sampai kepada penyelesaian tesis/disertasi maka ditulis judulnya.

BEBAN STUDI

  1. Program Magister
    1. Program Magister dibagi menjadi 2 (dua) kelas, yakni:
      1. Kelas konsentrasi, diikuti oleh mahasiswa yang latar belakang S1-nya Prodi ilmu-ilmu agama Islam.
      2. Kelas lintas disiplin, diikuti oleh mahasiswa yang latar belakang S1-nya bukan Prodi ilmu-ilmu agama Islam.
    2. Beban Studi Program Magister berjumlah 46 (empat puluh enam) sks, yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 (empat) semester dan selama-lamanya 8 (delapan) semester termasuk penyusunan tesis.
    3. Mahasiswa Program Magister yang latar belakang pendidikan S1-nya bukan prodi ilmu-ilmu agama Islam berkewajiban mengambil mata kuliah matrikulasi pengantar Studi Islam.
    4. Mahasiswa bias mengambil mata kuliah maksimal 5 (lima) mata kuliah dengan ketentuan mata kuliah bahasa , mata kuliah matrikulasi dan mata kuliah wajib harus diambil terlebih dahulu sebelum mengambil Mata Kuliah Pilihan.
    5. Mata kuliah pilihan bisa dibuka jika diambil oleh minimal 10 (sepuluh) mahasiswa. Juga, mahasiswa dengan jumlah 10 orang dapat mengusulkan pembukaan mata kuliah pilihan tertentu.
  2. Program Doktor
    1. Program doctor dibagi menjadi 2 (dua) kelas yang pelaksanaannya sangat fleksibel, yakni:
      1. Kelas konsentrasi, diikuti oleh mahasiswa yang latar belakang S1 dan S2 Prodi ilmu-ilmu agama Islam.
      2. Kelas lintas disiplin, diikuti oleh mahasiswa yang latar belakang S1 dan S2 bukan Prodi ilmu-ilmu agama Islam, atau salah satu dari S1 dan S2 bukan Prodi ilmu-ilmu agama Islam.
    2. Beban Studi Program Doktor berjumlah 46 (empat puluh enam) sks yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan selama-lamanya 10 (sepuluh) semester, termasuk penyusunan disertasi.
    3. Mahasiswa lulusan S2 SPs UIN Jakarta tidak diwajibkan untuk mengambil mata kuliah matrikulasi.
    4. Mahasiswa lulusan S1 dan S2 Prodi ilmu-ilmu agama Islam yang bukan lulusan SPs UIN Jakarta diwajibkan untuk mengambil satu mata kuliah matrikulasi, yakni Approaches to Islamic Studies.
    5. Mahasiswa yang program S2-nya bukan Prodi ilmu-ilmu agam Islam tetapi S1-nya merupakan Prodi ilmu-ilmu agama Islam diwajibkan untuk mengambil dua mata kuliah matrikulasi, yakni: (1) Islamic Law (atau Islamic Thought), dan (2) Approaches to Islamic Studies.
    6. Mahasiswa yang jenjang S1 dan S2-nya bukan Prodi ilmu-ilmu agama Islam wajib mengambil 4 (empat) mata kuliah matrikulasi, yaitu (1) Quranic Exegesis and Hadith, (2) Islamic Thought, (3) Islamic Law, dan (4) Approaches to Islamic Studies.
    7. Mahasiswa bisa mengambil maksimal 5 (lima) mata kuliah dengan ketentuan mata kuliah bahasa, mata kuliah matrikulasi, dan mata kuliah wajib harus diambil terlebih dahulu sebelum mengambil Mata Kuliah Pilihan.
    8. Mata kuliah pilihan bisa dibuka jika diambil oleh minimal 10 (sepuluh) mahasiswa. Juga, mahasiswa dengan jumlah 10 orang dapat mengusulkan pembukaan mata kuliah pilihan tertentu.

MATA KULIAH

  • Mata Kuliah Wajib, yakni mata kuliah yang harus diambil oleh seluruh mahasiwa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, baik Program Magister maupun Doktor pada semua Program Studi.
  • Mata Kuliah Peminatan, yakni mata kuliah bukan wajib tetapi harus diambil oleh mahasiswa sesuai dengan latar belakang pendidikan jenjang sebelumnya, tema tesis/disertasi dan/atau bidang yang diminati.
  • Mata Kuliah Pilihan, yakni mata kuliah bukan wajib tetapi harus diambil oleh mahasiswa, baik sesuai dengan bidang yang diminati atau tidak.
  • Mata Kuliah Matrikulasi, yakni mata kuliah yang wajib diambil terlebih dahulu sebagai persyaratan untuk penguatan mata kuliah yang akan diambil. Mata Kuliah Matrikulasi dicantumkan dalam transkrip akademik dengan bobot 0 (nol) sks.

REMEDIAL BAHASA

  • Kemampuan berbahasa Arab (TOAFL) dan bahasa Inggris (TOEFL) merupakan prasyarat masuk dan keluar bagi Program Magister dan Doktor.
  • Mahasiswa Program Magister yang tidak memenuhi skor TOAFL dan/atau TOEFL minimal 500, dan mahasiswa Program Doktor yang tidak memenuhi skor TOAFL dan/atau TOEFL minimal 550, diwajibkan mengikuti Kuliah Remedial Bahasa di awal masa studi di Pusat Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Mahasiswa yang telah memperoleh skor minimal bagi persyaratan masuk Program Magister atau Doktor diberikan sertifikat dari Pusat Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sertifikat ini berlaku sampai dengan masa penyelesaian studi di Program Magister atau Doktor.
  • Mahasiswa Internasional wajib lulus bahasa Indonesia (TOIFL) sebelum ujian akhir penyelesaian studi.
  • Semua mahasiswa Program Doktor, baik Indonesia maupun Internasional, wajib mengikuti kuliah satu bahasa Asing selain Arab dan Inggris.
  • Mahasiswa yang masih mempunyai beban remedial 2 bahasa (Arab dan Inggris) tidak diperkenankan mengambil mata kuliah secara penuh di awal semester dan bergantung kepada besar kecilnya skor.
  • Kuliah Remedial Bahasa tidak dapat menggantikan posisi perolehan sertifikat TOAFL atau TOEFL melainkan hanya sarana bagi mahasiswa untuk membantu perolehan kedua sertifikat tersebut. Remedial Bahasa diarahkan agar para mahasiswa mampu memperoleh kemampuan bahasa Arab dan/atau Inggris sampai skor tertentu sesuai yang disyaratkan.
  • Perkuliahan Remedial Bahasa diselenggarakan selama 1 semester (Semester I) bekerjasama dengan Pusat Bahasa UIN Jakarta. Mahasiswa yang tidak mencapai skor minimal yang dipersyaratkan  pada masa tersebut, masih dibebani remedial bahasa tetapi di luar koordinasi Sekolah Pascasarjana.
  • Peserta yang telah mengikuti ujian TOEFL/TOAFL selama maksimal 2 tahun dan telah memperoleh skor minimal 425 untuk Program Magister dan 475 untuk Program Doktor, dapat menggantinya dengan Ujian Text Comprehension.
  • Mata Kuliah Remedial Bahasa tidak dicantumkan dalam transkrip akademik dengan bobot 0 sks.

UJIAN PROPOSAL

  • Proposal yang berasal dari penulisan tugas Mata Kuliah Seminar Proposal Tesi/Disertasi dapat dimajukan untuk Ujian Proposal Tesis/Disertasi.
  • Proposal dapat diujikan setelah lulus verifikasi dari dosen dan melampirkan lembar hasil pengecekan plagiarism minimal 75% orisinal. Selain itu wajib melampirka pernyataan perbaikan setelah adanya verifikasi dari dosen.
  • Proposal Tesis/Disertasi wajib lulus sebelum perkuliahan semester IV. Apabila melewati waktu tersebut dikenakan biaya Ujian Proposal sesuai ketentuan.
  • Presentasi yang disajikan mahasiswa dalam Ujian Proposal Tesis/Disertasi antara lain berisi: a) latar belakang masalah, b) identifikasi, pembatasan dan perumusan masalah, c) tujuan dan manfaat penelitian, d) penelitian terdahulu yang relevan, termasuk kajian pustaka, perdebatan akademik serta teori dan temuan penelitian terkait, e) metodologi yang digunakan dalam penelitian secara detil, dan f) daftar pustaka (sekitar 30-40 sumber).

UJIAN KOMPREHENSIF

  • Mahasiswa Program Magister dan Doktor diwajibkan lulus Ujian Komprehensif tulisan dan lisan.
  • Ujian Komprehensif dapat diikuti mahasiswa yang telah lulus minimal 20 sks Mata Kuliah dan lulus Bahasa Arab dan Inggris.
  • Materi Ujian Komprehensif meliputi mata kuliah wajib dan materi yang terkait dengan rencana topik tesis/disertasi.
  • Mahasiswa mengajukan pendaftaran Ujian Komprehensif ke sekretariat
  • Teknis pelaksanaan Ujian Keahlian Komprehensif:
    • Sebelum ujian, mahasiswa mengajukan pendaftaran ke sekretariat.
    • Pada saat ujian tulis, mahasiswa menjawab 4 (empat) pertanyaan yang terkait dengan mata kuliah wajib dan yang terkait dengan rencana topik tesis/disertasi. Waktu yang disediakan untuk masing-masing soal adalah 1 jam.
    • Ujian lisan dilaksanakan setelah ujian tulis.
  • Tim penguji ujian komprehensif lisan untuk program Magister terdiri atas 2 (dua) Penguji, sedangkan untuk program Doktor terdiri atas 3 (tiga) penguji.

UJIAN WORK IN PROGRESS

  1. Selama proses penulisan tesis/disertasi mahasiswa wajib melakukan work in progress (WIP)
  2. Selama penulisan tesis mahasiswa wajib melakukan 2 (dua) kali WIP yang diatur sebagai berikut:
    • WIP tesis pertama dimaksudkan untuk memperkuat kerangka teori, metodologi, dan sistematika penelitian yang dilaksanakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah lulus ujian proposal dan minimal setelah penulisan Bab I dan Bab 2;
    • WIP tesis kedua dimaksudkan untuk memperkuat laporan inti dan keseluruhan penulisan tesis, dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan setelah WIP pertama dan setelah menyelesaikan penulisan seluruh bab;
  3. Selama penulisan disertasi mahasiswa wajib melakukan 2 (dua) kali WIP sebagai berikut:
    • WIP disertasi pertama dimaksudkan untuk memperkuat kerangka teori, metodologi, sistematika penelitian, yang dilaksanakan paling lambat 8 (delapan) bulan setelah lulus ujian proposal dan minimal setelah penulisan Bab I dan Bab II;
    • WIP disertasi kedua dimaksudkan untuk memperkuat laporan hasil penelitian lanjutan dan keseluruhan penelitian disertasi, dilakukan paling lambat 8 (delapan) bulan setelah WIP pertama, dan setelah penyelesaikan penulisan seluruh bab;
  4. Tesis/disertasi dapat diujikandalam WIP setelah melampirkan a) lulus verifikasi (bukan dari dosen pembimbing), b) pernyataan perbaikan setelah verifikasi, dan c) hasil pengecekan plagiarisme yang menyatakan bahwa orisinalitas minimal 75%.
  5. Tim penguji WIP bertugas memberi komentar dan saran untuk perbaikan penulisan tesis/disertasi, serta memberi nilai.
  6. Nilai WIP tesis/disertasi merupakan akumulasi dari keseluruhan jumlah minimal WIP (2 kali untuk tesis dan 2 kali untuk disertasi).

UJIAN PENDAHULUAN TESI/DISERTASI

  • Tesis/disertasi yang telah disetujui Pembimbing dapat dimajukan ke Ujian Pendahuluan  setelah melalui Work in Progress, Verifikasi, dan pengecekan plagiarisme yang menunjukkan minimal 75% orisinal.
  • Tim Penguji Ujian Pendahuluan Tesis beranggotakan 1 (satu) pembimbing, 2 (dua) penguji, dan ketua sidang yang merangkap penguji dan salah satunya bergelar guru besar.
  • Tim Penguji Ujian Pendahuluan Disertasi beranggotakan 2 (dua) pembimbing, 3 (tiga) penguji dan ketua sidang yang merangkap sebagai penguji, dan semua bergelar guru besar.
  • Penguji Disertasi diusahakan ada yang berasal dari luar (external examiner) dalam hal kelembagaan dan keilmuan.
  • Tesis/disertasi yang dinyatakan lulus dalam ujian pendahuluan wajib diperbaiki sesuai dengan catatan dan saran dari para penguji.
  • Tesis/disertasi yang tidak lulus dalam ujian pendahuluan dapat diperbaiki, kemudian diajukan kembali setelah mendapat persetujuan dari tim penguji pendahuluan terdahulu.
  • Apabila ujian pendahuluan tesis/disertasi yang kedua tidak lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan diberikan kesempatan sekali lagi untuk mengulang ujian pendahuluan yang ketiga kali.
  • Apabila ujian pendahuluan tesis/disertasi yang ketiga tidak lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan gagal.
  • Presentasi yang disajikan mahasiswa dalam ujian pendahuluan tesis/disertasi antara lain: a) latar belakang masalah, b) identifikasi, pembatasan dan perumusan masalah, c) tujuan dan manfaat penelitian, d) penelitian terdahulu yang relevan, termasuk kajian dan perbedaan dengan penelitian lain, e) metodologi yang digunakan dalam penelitian secara detil, f) hasil penelitian, dan g) kesimpulan.
  • Pada ujian pendahuluan dan promosi, mahasiswa harsu membawa sejumlah buku atau sumber data lain yang menjadi rujukan utama dalam penulisan tesis/disertasi, serta membawa alat perekam suara.

UJIAN TESIS

  • Mahasiswa Program Magister dapat menempuh Ujian Tesis setelah memperbaiki Tesisnya serta disetujui Pembimbing dan Penguji, diverifikasi, dan pengecekan plagiarisme yang menunjukkan minimal 75% orisinal.
  • Ujian Tesis dimaksudkan mempresentasikan hasil temuan penelitiannya di hadapan publik sehingga wajib dihadiri banyak orang.
  • Ujian Tesis selalu menghasilkan, kecuali ada alasan dan bukti kuat untuk tidak meluluskannya seperti adanya plagiarisme.
  • Tim Penguji Ujian Tesis diusahakan sama dengan Tim Penguji Ujian Pendahuluan.

UJIAN PROMOSI DOKTOR

  • Mahasiswa Program Doktor dapat menempuh Ujian Promosi Doktor setelah memperbaiki disertasinya serta disetujui Pembimbing dan penguji, diverifikasi, dan pengecekan plagiarism yang menunjukkan minimal 75% orisinal.
  • Ujian Promosi Doktor dimaksudkan mempromosikan hasil temuan penelitiannya di hadapan publik sehingga wajib dihadiri banyak orang.
  • Ujian Promosi Doktor selalu menghasilkan kelulusan, kecuali ada alasan dan bukti kuat untuk tidak meluluskannya seperti adanya plagiarism.
  • Tim Penguji Ujian Promosi Doktor diusahakan sama dengan Tim Penguji Ujian Pendahuluan.